PEDAS ITU HANYA DI OTAK

Serius, kemarin hari Rabu diizinkan oleh Allah bisa hadir dalam acara hearing change Manajemen . Karena diskusinya cukup panjang lebih dari 2 jam, peserta mendapatkan konsumsi berupa 1 kroket, 2 kue manis dan 1 lemper. Setelah beberapa saat, ana mengambil kue kroket dan memakannya sekaligus dengan cabe( cengek: bs sunda )nya. Ana merasa kepedasan dan mata saya agak berair. Segera ana ambil al kautsar dan memakan kue yang manis untuk menghilangkan pedasnya. Laa haula wa laa quwwata illa billah .... ga sengaja melihat cabe yang saya sangka sudah dimakan ternyata terjatuh di celana bagian paha dalam keadaan utuh tak tersentuh. Lha terus yang saya rasa pedas tadi dari mana? Ya.... ternyata pedas tadi adalah sugesti yang sangat kuat di otak saya. Padahal kenyataannya, cabenya dimakan juga belum. Nah, kadang kita teh karena sugesti otak yang sangat besar, yang padahal kenyataannya tidak ada sudah begitu kuat kita rasakan. Benarlah kata ulama, "Orang sombong merasa dirinya sangat besar padahal orang lain melihat dia ga bisa apa-apa. Sedangkan orang tawadlu merasa dirinya kecil padahal orang lain melihat dia begitu luar biasa." Senada dengan itu, para psikolog menyatakan, "kemungkinan terbesar apa yang kita takutkan menjadi suatu kenyataan maksimalnya 20 persen."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

It is about Pronunciation

Pemikiran Saya untuk Sebuah Sekolah Islam Terpadu