100 Jawaban meruntuhkan Syiah
Bismillahirohmanirrohim, sangat mengagetkan! dua hari yang lalu saya dikejutkan oleh suatu tulisan dari sebuah situs yang mengatasnamakan syiah 12 Imam. Dalam huruf besar tertulis sebuah judul 100 PERTANYAAN YANG MERUNTUHKAN SUNNI. Dengan mengharap keridloan Alloh subhanahu wa taala, saya akan memberikan jawaban-jawaban penuntas atas 100 pertanyaan itu, yang besar harapan saya kepada Alloh, mudah-mudahan tulisan ini menjadi obor bagi yang kegelapan, penghilang haus bagi yang kehausan dan penenang jiwa bagi yang kebingungan. Saya akan memulai dengan menjawab soal pertama:
1. Nama Sunni sangat jelas dalam al-Quran, apakah mereka tidak mendengar firman Alloh, "wa lan tajida li sunnat illahi tabdila."Kata Sunni dan Sunnat jelas sama ditinjau dari akar katanya. apakah mereka tidak berfikir? Apa bedanya, jika mereka menukil kata Syiah dari surat al Qoshosh ayat 15?
2. Dalam hadits ma"ruf disebutkan, "man ahya sunnatii faqod ahabbanii".Tidak cukupkah ini bagi mereka?
3. Kemudian mereka bertanya, "Apakah ada nama Sunni dalam tarikh?" Saya jawab dengan tegas bahwa sunni itu sendiri adalah tarikh, karena sunni berarti meneruskan perjalanan Rosululloh dan sahabatnya rodliallohu 'anhum ajma'in, sebagai aplikasi hadits pada nomor dua.( dengan demikian, soal no. 4, 6 dan 7 tidak perlu ditanggapi )
5. Siapakah yang pernah mengatakan bahwa sunni meninggalkan Rosululloh dan keturunannya? ya Alloh, ini adalah fitnah yang besar.
8. Jelas duluan sunni secara hakekat
9. Menurut keyakinan sunni, lebih mulia Abu Bakar. Tetapi yang jelas, Sunni memuliakan semua sahabat. Berbeda dengan Syiah yang dalam berbagai tulisannya mencerca para sahabat. Na'udzu billahi min dzalik
10. Sunni pun sangat tidak redlo dengan kedholiman ini, karena kami pun sangat memuliakan mereka.
11. Sudah dijawab di atas
12,13 dan 14. Tidak ada satupun umat Islam yang tidak menginginkan mendapat keredloan Alloh. Justru keyakinan kami, kamilah yang menapaki syariat Alloh.
15. Tidak ada nama. Para penerus dalam regenerasi pemerintahan Islam, berideologi berbeda-beda. ada yang sunni dan ada yang syiah. Sebagian mereka ada yang amanah dan ada yang tidak, baik dari sunni maupun syiah.
16-25 bacalah syarah-syarah tentang keyakinan sunni dalam masalah tauhid dan tentang hadits-hadits mutasyabihat seperti yang disebutkan. Dalam karya-karya ulama sunni, Ibnu Katsir, misalnya, Akan jelas diketahui bahwa ayat-ayat yang disebutkan dan hadits-haditsnya adalah ayat-ayat dan hadits- hadits yang membutuhkan penjelasan.Jangan mengangkat soal-soal yang mutasyabihat untuk dikesankan sebagai persoalan muhkamat. Takdir itu ketentuan yang tidak mengurangi kekuasaan, kasih sayang dan keadilan Alloh. Adapun pendapat Syiah dalam masalah takdir diakui atau tidak telah melemahkan Alloh yang Ilmu-Nya mengatasi semua waktu dan tempat. na'udzu billahi min dzalik . ( bacalah karya Ja'far Subhani tentang masalah takdir yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia Memilih Takdir Alloh ). Adapun alasan sunni memilih madzhab empat dan para ulama sunni sebagai rujukan, karena diyakini merekalah para pelanjut estafet ajaran Rosululloh dan tulisan-tulisan mereka telah dikodifikasi dengan valid sehingga menjamin terpeliharanya ajaran Islam dari beliau. Tetapi berbeda dengan sikap syiah terhadap imamnya yang menganggap para imam sebagai hamba Alloh yang maksum, sunni menganggap para imam madzhab adalah manusia yang bisa saja salah, sehingga dalam kalangan sunni tidak ada fanatisme kepada madzhab tertentu.
26-60 Tentang sahabat, nikah mut'ah, keaslian al-Qur'an dan kemaksuman Rosululloh serta permasalahan yang terjadi antara fatimah radliallohu 'anha dan abu bakar rodliallohu 'anhu
61-100 Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan pada nomor-nomor berikutnya adalah pengulangan-pengulangan yang telah dijawab. Adapun permasalahan yang belum dibahas adalah masalah-masalah fiqhiyah yang dalam kalangan sunni pun terjadi banyak perbedaan pendapat. Hal ini logis. Karena masalah-masalah fiqhiyah adalah masalah ijtihadiyah. Sebagian ulama menguatkan riwayat dari sahabat tertentu, sebagian yang lain menguatkan riwayat dari sahabat lainnya. Dengan demikian tidak ada kaitannya antara mengangkat masalah-masalah tadi sebagai disebut meruntuhkan sunni.
Pada akhirnya, sebenarnya telah terbit buku yang berjudul SUNNI YANG SUNNI sebagai bantahan atas buku DIALOG SUNNAH-SYIAH yang ditulis oleh AL-MUSAWI. Tulisan bantahan ini sangat memadai untuk menjawab 100 pertanyaan yang meruntuhkan sunni dalam blog syiahali.wordpress.com . Tetapi, bagaimanapun, tulisan ini diharapkan akan menjadi pintu gerbang pemikiran untuk menyelamatkan saudara-saudaraku dari sunni sebagai sikap hati-hati atas kemungkinan taqiyah dari kaum syiah yang mengatakan ingin bersatu dengan sunni tetapi dengan pilihan kata "meruntuhkan". SANGAT MENGHERANKAN! wallohu a'lam
1. Nama Sunni sangat jelas dalam al-Quran, apakah mereka tidak mendengar firman Alloh, "wa lan tajida li sunnat illahi tabdila."Kata Sunni dan Sunnat jelas sama ditinjau dari akar katanya. apakah mereka tidak berfikir? Apa bedanya, jika mereka menukil kata Syiah dari surat al Qoshosh ayat 15?
2. Dalam hadits ma"ruf disebutkan, "man ahya sunnatii faqod ahabbanii".Tidak cukupkah ini bagi mereka?
3. Kemudian mereka bertanya, "Apakah ada nama Sunni dalam tarikh?" Saya jawab dengan tegas bahwa sunni itu sendiri adalah tarikh, karena sunni berarti meneruskan perjalanan Rosululloh dan sahabatnya rodliallohu 'anhum ajma'in, sebagai aplikasi hadits pada nomor dua.( dengan demikian, soal no. 4, 6 dan 7 tidak perlu ditanggapi )
5. Siapakah yang pernah mengatakan bahwa sunni meninggalkan Rosululloh dan keturunannya? ya Alloh, ini adalah fitnah yang besar.
8. Jelas duluan sunni secara hakekat
9. Menurut keyakinan sunni, lebih mulia Abu Bakar. Tetapi yang jelas, Sunni memuliakan semua sahabat. Berbeda dengan Syiah yang dalam berbagai tulisannya mencerca para sahabat. Na'udzu billahi min dzalik
10. Sunni pun sangat tidak redlo dengan kedholiman ini, karena kami pun sangat memuliakan mereka.
11. Sudah dijawab di atas
12,13 dan 14. Tidak ada satupun umat Islam yang tidak menginginkan mendapat keredloan Alloh. Justru keyakinan kami, kamilah yang menapaki syariat Alloh.
15. Tidak ada nama. Para penerus dalam regenerasi pemerintahan Islam, berideologi berbeda-beda. ada yang sunni dan ada yang syiah. Sebagian mereka ada yang amanah dan ada yang tidak, baik dari sunni maupun syiah.
16-25 bacalah syarah-syarah tentang keyakinan sunni dalam masalah tauhid dan tentang hadits-hadits mutasyabihat seperti yang disebutkan. Dalam karya-karya ulama sunni, Ibnu Katsir, misalnya, Akan jelas diketahui bahwa ayat-ayat yang disebutkan dan hadits-haditsnya adalah ayat-ayat dan hadits- hadits yang membutuhkan penjelasan.Jangan mengangkat soal-soal yang mutasyabihat untuk dikesankan sebagai persoalan muhkamat. Takdir itu ketentuan yang tidak mengurangi kekuasaan, kasih sayang dan keadilan Alloh. Adapun pendapat Syiah dalam masalah takdir diakui atau tidak telah melemahkan Alloh yang Ilmu-Nya mengatasi semua waktu dan tempat. na'udzu billahi min dzalik . ( bacalah karya Ja'far Subhani tentang masalah takdir yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia Memilih Takdir Alloh ). Adapun alasan sunni memilih madzhab empat dan para ulama sunni sebagai rujukan, karena diyakini merekalah para pelanjut estafet ajaran Rosululloh dan tulisan-tulisan mereka telah dikodifikasi dengan valid sehingga menjamin terpeliharanya ajaran Islam dari beliau. Tetapi berbeda dengan sikap syiah terhadap imamnya yang menganggap para imam sebagai hamba Alloh yang maksum, sunni menganggap para imam madzhab adalah manusia yang bisa saja salah, sehingga dalam kalangan sunni tidak ada fanatisme kepada madzhab tertentu.
26-60 Tentang sahabat, nikah mut'ah, keaslian al-Qur'an dan kemaksuman Rosululloh serta permasalahan yang terjadi antara fatimah radliallohu 'anha dan abu bakar rodliallohu 'anhu
- Para sahabat yang mudah-mudahan Alloh meredloi mereka semua, ialah hamba-hamba Alloh yang tidak maksum. Oleh karena itu pendapat sunni terhadap semua sahabat adalah bahwa mereka adalah orang-orang yang sangat mulia yang secara adab wajib kita hormati dengan berkeyakinan bahwa mereka tidak maksum. Berbeda dengan keyakinan Syiah yang memaksumkan para imam. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sunni tidak mengkritik para sahabat sebagai adab terhadap mereka, sedangkan syiah memaksumkan para imam sebagai bagian dari aqidah mereka. Silakan anda cerna sendiri, pendapat mana yang lebih adil dalam menilai seorang manusia. Sedangkan keyakinan sunni terhadap semua Rosul adalah jelas dan masyhur bahwa mereka semua ialah manusia-manusia teragung yang maksum. Pengingkaran terhadap kenyataan ini adalah fitnah dan suatu kebohongan( kecuali jika tidak tahu, tetapi tentu jika belum tahu tidak selayaknya berani memuat tulisan dialog dengan sunni ini ).
- Nikah mut'ah bukan diharamkan oleh Umar, tetapi oleh Rosululloh. Haditsnya sudah dikenal oleh kalangan manapun dari ummat Islam.
- Rosululloh lupa membaca ayat al-Qur'an bukan mengurangi keagungan Rosululloh atau menjadi penyebab kekhawatiran tidak aslinya al-Qur'an. Justru cara berfikir yang lebih diterima adalah bahwa karena Rosululloh itu menjadi contoh ummat maka tidak mungkin ummat akan tahu perkara yang harus dilakukan ketika lupa atas bacaan al-Qur'an jika tidak pernah ada contoh dari beliau.
- Diakui bahwa telah terjadi konflik antara fatimah dan abu bakar, mudah-mudahan Alloh meredloi keduanya. Tetapi dengan jelas dinyatakan dalam tarikh manapun bahwa abu bakar terus meminta keredloan dari fatimah hatta tardlo( sampai kemudian beliau meredloinya ), walaupun fakta ini tidak pernah dimunculkan oleh Syiah. Maka waspadalah!
61-100 Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan pada nomor-nomor berikutnya adalah pengulangan-pengulangan yang telah dijawab. Adapun permasalahan yang belum dibahas adalah masalah-masalah fiqhiyah yang dalam kalangan sunni pun terjadi banyak perbedaan pendapat. Hal ini logis. Karena masalah-masalah fiqhiyah adalah masalah ijtihadiyah. Sebagian ulama menguatkan riwayat dari sahabat tertentu, sebagian yang lain menguatkan riwayat dari sahabat lainnya. Dengan demikian tidak ada kaitannya antara mengangkat masalah-masalah tadi sebagai disebut meruntuhkan sunni.
Pada akhirnya, sebenarnya telah terbit buku yang berjudul SUNNI YANG SUNNI sebagai bantahan atas buku DIALOG SUNNAH-SYIAH yang ditulis oleh AL-MUSAWI. Tulisan bantahan ini sangat memadai untuk menjawab 100 pertanyaan yang meruntuhkan sunni dalam blog syiahali.wordpress.com . Tetapi, bagaimanapun, tulisan ini diharapkan akan menjadi pintu gerbang pemikiran untuk menyelamatkan saudara-saudaraku dari sunni sebagai sikap hati-hati atas kemungkinan taqiyah dari kaum syiah yang mengatakan ingin bersatu dengan sunni tetapi dengan pilihan kata "meruntuhkan". SANGAT MENGHERANKAN! wallohu a'lam
akan saya repost
BalasHapus